Sabtu, 20 Oktober 2012

Usia Hampir Seabad, Dapat Anak Kedua




NEW DELHI, KOMPAS.com - Adakah batasan usia untuk menjadi seorang ayah? Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada Ramjeet Raghav, warga Negara Bagian Haryana, India maka jawabannya adalah tidak ada.
Maklum saja, Ramjeet yang berusia 96 tahun baru saja dikaruniai anak kedua. Awal bulan ini, istrinya Shakuntala (54) melahirkan seorang putra yang diberi nama Ranjeet. Dua tahun lalu, putra pertama Ramjeet, Bikramjeet lahir.
"Apa yang bisa saya lakukan? Ini semua kehendak Tuhan.Tuhan menginginkan saya memiliki satu orang anak lagi," kata Ramjeet. Ramjeet yang tinggal di sebuah gubuk satu kamar itu memiliki harapan tinggi untuk kedua putranya itu.
"Saya menjadi petani seumur hidup. Tapi saya harap anak-anak saya bisa menjadi pejabat pemerintah," ujarnya."Sangat menyenangkan memiliki anak lagi. Jika salah satu dari mereka meninggal, saya masih punya satu anak yang akan membawa nama keluarga," lanjut Ramjeet.
Peristiwa lucu terjadi di rumah sakit saat anak keduanya lahir. Para dokter tertawa keras saat dia memperkenalkan diri sebagai anak si jabang bayi. Selain itu, para tetangga menjadi "iri" karena Ramjeet masih subur di usia hampir satu abad.
"Tetangga saya iri dan bertanya soal rahasia saya. Tapi saya hanya mengatakan semuanya adalah kehendak Tuhan," tambah dia. "Tapi saya bisa berhubungan seksual tiga atau empat kali semalam," paparnya bangga.
Ramjeet mengatakan makanan sehari-harinya yang terdiri dari kacang almond, mentega dan susu adalah rahasia yang membuatnya masih aktif dalam urusan seks di usia sesenja ini.
Memiliki anak menjadi kebahagiaan bagi Ramjeet yang mengaku selalu gagal menjalin hubungan dengan perempuan.

Ramjeet menikah pertama kali saat berusia 24 tahun. Setelah menduda selama 25 tahun, dia menikahi Shakuntala. Mereka berdua sudah menikah selama 22 tahun sekarang.
Sumber:
Analisis:
Menurut saya, kejadian di atas sangat mengejutkan karena dengan umur yang sudah lanjut masih bisa memiliki keturunan. Itu semua hadiah dari Allah J

Rabu, 17 Oktober 2012

Disesalkan, Aksi Kekerasan Oknum TNI Disaksikan Anak-anak

Seorang oknum TNI menindih dan mencekik wartawan foto Didik Hermanto dari Riau Pos saat Didik mengambil foto pesawat Hawk 200 yang jatuh di permukiman warga Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa, (16/10). Dalam peristiwa itu, sejumlah wartawan menjadi korban kekerasan oknum TNI. JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi menilai, oknum TNI yang melakukan kekerasan terhadap wartawan peliput peristiwa jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI Angkatan Udara (AU), Senin (16/10/2012) di Kabupaten Kampar, Riau, memberikan contoh tidak baik. Apalagi, peristiwa itu disaksikan oleh anak-anak. Berdasarkan foto dan video yang beredar, aksi kekerasan oknum TNI itu turut disaksikan oleh beberapa anak berpakaian seragam sekolah dasar (SD). Menurut Seto, aksi yang dipertontonkan itu sangat jelas tidak mempertimbangkan efek psikologis anak yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Itu contoh yang parah, oknum TNI AU tidak mengedepankan ramah anak. Padahal, aparat keamanan harus memberikan contoh pendidikan karakter yang ramah anak," kata Seto, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (17/10/2012) pagi. Aksi kekerasan itu, kata Seto, akan membentuk karakter dan tertanam di benak anak bahwa menyelesaikan masalah melalui jalan kekerasan direstui orang dewasa. Sejatinya, aparat TNI mengikuti instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menekankan pentingnya pendidikan ramah anak. "Jadi, kalau sudah seperti ini, anak-anak akan menjadikan hal itu sebagai contoh. Jelas itu tidak baik dalam membentuk psikologis anak," ujar Seto. Seperti diberitakan, sebuah pesawat Hawk 200 buatan British Aerospace Inggris milik TNI AU diberitakan jatuh di sekitar perumahan Pandau Permai, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (16/10/2012) sekitar pukul 09.30. Pesawat yang dipiloti Letnan Dua Penerbang Reza Yori Prasetyo itu sedang melakukan latihan rutin dan diberitakan sempat oleng sebelum jatuh. Pilot berhasil selamat karena keluar menggunakan kursi lontar sebelum pesawat jatuh. Setelah peristiwa terjadi, area langsung tertutup bagi masyarakat dan dijaga ketat personel TNI. Saat berusaha meliput kejadian ini, personel TNI kemudian melakukan penganiayaan dengan memukul dan merampas kamera milik wartawan. Setidaknya ada lima wartawan dan dua warga sipil yang dianiaya anggota TNI AU. Para wartawan yang dianiaya adalah Didik dari Riau Pos, Rian Anggoro dari Antara, Robi dari Riau TV, seorang wartawan TV One, dan seorang wartawan lagi yang masih belum diketahui identitasnya. Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

 Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2012/10/17/09542956/Disesalkan.Aksi.Kekerasan.Oknum.TNI.Disaksikan.Anak-anak

Analisis: Menurut saya, aksi diatas sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang oknum apalagi di tonton seperti itu ada anak-anak pula. Gimana para pelajar tidak tawuran kalo yang oknumnya aja seperti itu.





Geger! Bom Ditemukan di Halaman Rumah


KENDARI, KOMPAS.com - Warga Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, geger dengan penemuan sebuah benda yang diduga bom jenis mortir di halaman rumah warga setempat. Menurut pemilik rumah, Nurbaya, benda besar yang diduga bom itu ditemukan saat ia sedang mencangkul tanah untuk menanam sayur di samping rumahnya.”Saya kaget, waktu pertama liat benda besar itu, kemudian saya panggil suamiku untuk melihat benda itu yang mirip sebuah bom, lalu dilaporkan mi ke polisi di Polsek Abeli,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (17/10/2012).
Tim Jihandak Brimobda Sultra yang datang ke tempat kejadian perkara, langsung mengamankan lokasi penemuan bom dengan memasang garis polisi. Tim tersebut melakukan sterilisasi dan mendeteksi kemungkinan adanya bom lain di sekitar lokasi penemuan.

Syarifuddin, dari unit tim penjinak bom Brimob Sultra mengatakan, bom yang ditemukan sering digunakan di pesawat tempur. Bom berdaya ledak tinggi (high explosive) ini diduga merupakan peninggalan perang dunia II. ”Memang benar itu jenis bom mortir dengan panjang 60 centimeter dan diameter 60 tertanam dalam tanah, daya ledaknya dari bom itu bisa mencapai 300 meter,” katanya.
Demi kepentingan keamanan, bom itu dibawa ke kantor Brimobda Sultra untuk dimusnahkan.
Editor :
Glori K. Wadrianto

Sumber: 
http://regional.kompas.com/read/2012/10/17/17124173/Geger.Bom.Ditemukan.di.Halaman.Rumah?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Analisis:
Menurut saya, setelah membaca artikel ini harusnya pihak polisi memberi penjelasan kepada warga sekitar bom tersebeut masih aktif atau tidak. Yang masih saya bingung kok itu bom masih ada ya. Padahal dari perang dunia II.


CONTOH KARYA TULIS ILMIAH TENTANG SUMBER ENERGI RAMAH LINGKUNGAN


PENDAHULUAN
 Dengan semakin majunya peradaban manusia akan menuntut semakin banyak aktifitas manusia yang akan dilakukan di muka bumi demi tujuan pemenuhan kebutuhan hidup. Hampir semua aktifitas tersebut menyebabkan penambahan emisi gas rumah kaca. Akibat penggunaan bahan bakar fosil dalam jangka panjang ternyata telah memberikan akibat negatif terhadap kehidupan di dunia. Hasil penelitian dari sekelompok peneliti di bawah naungan Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), panel antar pemerintah tentang perubahan iklim, menyebutkan penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam telah menyumbangkan cukup besar pencemaran gas efek rumah kaca yaitu karbondioksida ke atmosfer bumi yang mempunyai pengaruh besar dalam proses pemanasan global. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menghambat pemanasan global yang telah diikrarkan dalam “Protokol Kyoto” tahun 1997 adalah mengurangi emisi gas efek rumah kaca.
(Gagasan Utama). Bioenergi menjadi salah satu hal yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi pengganti yang ramah lingkungan dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal dan terbatas. (Kalimat Penjelas) Bioenergi selain dapat dihasilkan dari tanaman yang memang sengaja dibudidayakan untuk produksi bioenergi juga dapat diusahakan dari pengolahan limbah yang dihasilkan dari aktifitas kehidupan manusia. Sehingga, diharapkan selain dapat mengurangi emisi gas efek rumah kaca juga mengurangi masalah lingkungan dan meningkatkan nilai dari limbah itu sendiri. Salah satu limbah yang dihasilkan dari aktifitas kehidupan manusia adalah limbah dari usaha peternakan sapi yang terdiri dari feses, urin, gas dan sisa makanan ternak. Limbah peternakan khususnya ternak sapi merupakan bahan buangan dari usaha peternakan sapi yang selama ini juga menjadi salah satu sumber masalah dalam kehidupan manusia sebagai penyebab menurunnya mutu lingkungan melalui pencemaran lingkungan, menggangu kesehatan manusia dan juga sebagai salah satu penyumbang emisi gas efek rumah kaca. Pada umumnya limbah peternakan hanya digunakan untuk pembuatan pupuk organik. Untuk itu sudah selayaknya perlu adanya usaha pengolahan limbah peternakan menjadi suatu produk yang bisa dimanfaatkan manusia dan bersifat ramah lingkungan. Pengolahan limbah peternakan melalui proses fermentasi perlu digalakkan karena dapat menghasilkan biogas yang menjadi salah satu jenis bioenergi. Pengolahan limbah peternakan menjadi biogas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang mahal dan terbatas, mengurangi pencemaran lingkungan dan menjadikan peluang usaha bagi peternak karena produknya terutama pupuk kandang banyak dibutuhkan masyarakat.
Sumber daya energi mempunyai peran penting dalam semua aspek pembangunan ekonomi nasional. Energi diperlukan untuk pertumbuhan kegiatan industri, jasa, perhubungan dan rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang untuk mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Meskipun Indonesia adalah salah satu negara penghasil batu bara, minyak bumi dan gas, namun dengan berkurangnya cadangan minyak dan penghapusan subsidi menyebabkan harga minyak naik dan kualitas lingkungan yang menurun akibat penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan. Pemanasan global memberikan dampak sangat buruk pada keseimbangan kehidupan manusia antara lain menyebabkan iklim tidak stabil, peningkatan suhu permukaan laut, suhu keseluruhan dunia akan cenderung meningkat, gangguan tersebut berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini sangat memprihatinkan, ketergantungan terhadap sumber energi tidak dapat dihindarkan, dengan semakin majunya peradaban manusia maka kebutuhan akan sumber energi dalam setiap sektor kehidupan sangatlah besar. Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap bahan bakar minyak sangatlah besar. Semakin melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), akibat tingginya harga BBM di pasar dunia sangat memberatkan masyarakat terutama bagi masyarakat yang berada di daerah pedalaman yang merupakan kantong-kantong masyarakat miskin karena harga BBM di lokasi ini bisa naik 2 – 8 kali lipat lebih tinggi dari harga di perkotaan. Belum lagi masalah BBM selesai, masalah listrik mencuat pula. Pemadaman listrik bergiliran menjadi konsumsi masyarakat di beberapa daerah. Perusahaan Listrik Negara (PLN) dihadapkan kepada masalah kesulitan membeli batu bara sebagai bahan bakar penggerak pembangkit listrik yang dimiliki oleh PLN.
Kelangkaan batu bara untuk usaha listrik ini terjadi karena produksi batu bara Indonesia yang melimbah sebagian besar justru diekspor ke luar negeri.  Sudah saatnya Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dengan mengembangkan sumber energi pengganti yang ramah lingkungan dan terbaru. Salah satu jenis bahan bakar pengganti yang dimaksud adalah bioenergi. Bioenergi selain bisa diperbaharui bersifat ramah lingkungan, dapat terurai, mampu mengurangi efek rumah kaca dan terus-menerus, dan bahan baku cukup terjamin. Bahan baku bioenergi dapat diperoleh dengan cara sederhana yaitu melalui budidaya tanaman penghasil biofuel dan memanfaatkan limbah yang ada di sekitar kehidupan manusia.
(Kalimat Pengembang) Indonesia memiliki banyak sumber daya alam hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bionergi. Pengembangan bioenergi sebagai sumber energi pengganti sangat cocok digunakan karena didukung dengan oleh ketersediaan lahan yang mencukupi untuk membudidayakan tanaman dan ternak penghasil biofuel. Indonesia memiliki sumber daya lahan yang sangat luas untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Kondisi ini memungkinkan untuk pengusahaan berbagai jenis tanaman, termasuk komoditas penghasil bioenergi. Dan beberapa bahan baku bioenergi adalah kelapa sawit, sagu, kelapa, ubi kayu, jarak pagar, tebu, jagung dan limbah peternakan. Gas metan ini sudah lama digunakan oleh warga Mesir, China, dan Roma kuno untuk dibakar dan digunakan sebagai penghasil panas. Sedangkan proses fermentasi lebih lanjut untuk menghasilkan gas metan ini pertama kali ditemukan oleh Alessandro Volta (1776). Hasil identifikasi gas yang dapat terbakar ini dilakukan oleh Willam Henry pada tahun 1806 dan Becham (1868) murid Louis Pasteur dan Tappeiner (1882) adalah orang pertama yang memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan gas metan. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran hewan dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses fermentasi. Biogas yang terbentuk dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung gas metan dalam persentase yang cukup tinggi. Biogas sebagai salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui dapat menjawab kebutuhan akan energi sekaligus menyediakan kebutuhan hara tanah dari pupuk cair dan padat yang merupakan hasil sampingannya serta mengurangi efek rumah kaca. Pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pengganti dapat mengurangi penggunaan kayu bakar. Dengan demikian dapat mengurangi usaha penebangan hutan, sehingga kehidupan hutan terjaga. Biogas menghasilkan api biru yang bersih dan tidak menghasilkan asap. Energi biogas sangat potensial untuk dikembangkan kerena produksi biogas peternakan ditunjang oleh kondisi yang memungkinkan dari perkembangkan dunia peternakan sapi di Indonesia saat ini. Disamping itu, kenaikan tarif listrik, kenaikan harga LPG, premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel dan minyak bakar telah mendorong pengembangan sumber energi elternatif yang murah, berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Peningkatan kebutuhan susu dan pencanangan swasembada daging tahun 2010 di Indonesia telah merubah pola pengembangan agribisnis peternakan dari skala kecil menjadi skala menengah/besar. Di beberapa daerah telah berkembang koperasi susu, peternakan sapi pedaging melalui kerjasama dengan perkebunaan kelapa sawit dan sebagainya. Kondisi ini mendukung ketersediaan bahan baku biogas secara terus-menerus dalam jumlah yang cukup untuk memproduksi biogas. Ada beberapa keuntungan penggunaan kotoran ternak sebagai penghasil biogas yaitu, mengurangi pencemaran lingkungan terhadap air dan tanah, pencemaran udara (bau), memanfaatkan limbah ternak tersebut sebagai bahan bakar biogas yang dapat digunakan sebagai energi pengganti untuk keperluan rumah tangga, mengurangi biaya pengeluaran peternak untuk kebutuhan energi bagi kegiatan rumah tangga yang berarti dapat meningkatkan kesejahteraan peternak, melaksanakan pengkajian terhadap kemungkinan dimanfaatkannya biogas untuk menjadi energi listrik untuk diterapkan di lokasi yang masih belum memiliki akses listrik. melaksanakan pengkajian terhadap kemungkinan dimanfaatkannya kegiatan ini sebagai usulan untuk mekanisme pembangunan bersih.
Terdapat sepuluh faktor yang dapat mempengaruhi pemanfaatan kotoran ternak sapi menjadi biogas yaitu:
1.      Ketersediaan ternak
Jenis jumlah dan sebaran ternak di suatu daerah dapat menjadi potensi bagi pengembangan biogas. Hal ini karena biogas dijalankan dengan memanfaatkan kotoran ternak. Kotoran ternak yang dapat diproses menjadi biogas berasal dari ternak ruminansia dan non ruminansia seperti sapi potong, sapi perah serta unggas. Jenis ternak mempengaruhi jumlah kotoran yang dihasilkannya. Untuk menjalankan biogas skala individual atau rumah tangga diperlukan kotoran ternak dari 3 ekor sapi, atau 7 ekor babi, atau 400 ekor ayam.
2.       Kepemilikan Ternak
Jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak menjadi dasar pemilihan jenis dan kapasitas biogas yang dapat digunakan. Saat ini biogas kapasitas rumah tangga terkecil dapat dijalankan dengan kotoran ternak yang berasal dari 3 ekor sapi atau 7 ekor babi atau 400 ekor ayam. Bila ternak yang dimiliki lebih dari jumlah tersebut, maka dapat dipilihkan biogas dengan kapasitas yang lebih besar (berbahan fiber atau semen) atau beberapa biogas skala rumah tangga.
3.       Pola Pemeliharaan Ternak
Ketersediaan kotoran ternak perlu dijaga agar biogas dapat berfungsi maksimal. Kotoran ternak lebih mudah didapatkan bila ternak dipelihara dengan cara dikandangkan dibandingkan dengan cara digembalakan.


4.       Ketersediaan Lahan
Untuk membangun biogas diperlukan lahan disekitar kandang yang luasannya bergantung pada jenis dan kapasitas biogas. Lahan yang dibutuhkan untuk membangun biogas skala terkecil (skala rumah tangga) adalah 14 m2 (7m x 2m). Sedangkan skala komunal terkecil membutuhkan lahan sebesar 40m2 (8m x 5m).
5.       Tenaga Kerja
Untuk mengoperasikan biogas diperlukan tenaga kerja yang berasal dari peternak/pengelola itu sendiri. Hal ini penting mengingat biogas dapat berfungsi optimal bila pengisian kotoran ke dalam reaktor dilakukan dengan baik serta dilakukan perawatan peralatannya. Banyak kasus mengenai tidak beroperasinya atau tidak optimalnya biogas disebabkan karena: pertama, tidak adanya tenaga kerja yang menangani unit tersebut; kedua, peternak/pengelola tidak memiliki waktu untuk melakukan pengisian kotoran karena memiliki pekerjaan lain selain memelihara ternak.
6.       Manajemen Limbah/Kotoran
Manajemen limbah/kotoran terkait dengan penentuan komposisi padat cair kotoran ternak yang sesuai untuk menghasilkan biogas, jumlah pemasukan kotoran, dan pengangkutan atau pengaliran kotoran ternak ke dalam raktor. Bahan baku reaktor biogas adalah kotoran ternak yang komposisi padat cairnya sesuai yaitu 1 berbanding 2. Pada peternakan sapi perah komposisi padat cair kotoran ternak biasanya telah sesuai, namun pada peternakan sapi potong perlu penambahan air agar komposisinya menjadi sesuai. Jumlah pemasukan kotoran dilakukan secara berkala setiap hari atau setiap 2 hari sekali tergantung dari jumlah kotoran yang tersedia dan sarana penunjang yang dimiliki. Pemasukan kotoran ini dapat dilakukan secara manual dengan cara diangkut atau melalui saluran.
7.       Kebutuhan Energi
Pengelolaan kotoran ternak melalui proses reaktor an-aerobik akan menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai energi. Dengan demikian, kebutuhan peternak akan energi dari sumber biogas harus menjadi salah satu faktor yang utama. Hal ini mengingat, bila energi lain berupa listrik, minyak tanah atau kayu bakar mudah, murah dan tersedia dengan cukup di lingkungan peternak, maka energi yang bersumber dari biogas tidak menarik untuk dimanfaatkan. Bila energi dari sumber lain tersedia, peternak dapat diarahkan untuk mengolah kotoran ternaknya menjadi kompos atau kompos cacing (kascing).
8.       Jarak (kandang-reaktor biogas-rumah)
Energi yang dihasilkan dari biogas dapat dimanfaatkan untuk memasak, menyalakan petromak, menjalankan generator listrik, mesin penghangat telur/ungas dll. Selain itu air panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk proses sanitasi sapi perah. Pemanfaatan energi ini dapat maksimal bila jarak antara kandang ternak, reaktor biogas dan rumah peternak tidak telampau jauh dan masih memungkinkan dijangkau instalasi penyaluran biogas. Karena secara umum pemanfaatan energi biogas dilakukan di rumah peternak baik untuk memasak dan keperluan lainnya.
9.       Pengelolaan Hasil Samping Biogas
Pengelolaan hasil samping biogas ditujukan untuk memanfaatkannya menjadi pupuk cair atau pupuk padat (kompos). Pengeolahannya tergolong sederhana yaitu untuk pupuk cair dilakukan fermentasi dengan penambahan bioaktivator agar unsur haranya dapat lebih baik, sedangkan untuk membuat pupuk kompos hasil samping biogas perlu dikurangi kandungan airnya dengan cara diendapkan, disaring atau dijemur. Pupuk yang dihasilkan tersebut dapat digunakan sendiri atau dijual kepada kelompok tani setempat dan menjadi sumber tambahan pandapatan bagi peternak.
10.   Sarana Pendukung
Sarana pendukung dalam pemanfaatan biogas terdiri dari saluran air dan peralatan kerja. Sarana ini dapat mempermudah pengelolaan dan perawatan instalasi biogas. Saluran air dapat digunakan untuk mengalirkan kotoran ternak dari kandang ke reaktor biogas sehingga kotoran tidak perlu diangkut secara manual. Air digunakan untuk membersihkan kandang ternak dan juga digunakan untuk membuat komposisi padat cair kotoran ternak yang sesuai. Sedangkan peralatan kerja digunakan untuk mempermudah/meringankan pekerjaan /perawatan instalasi biogas.
(Kesimpulan) Indonesia sangat baik dalam pengembangan biogas, pada umumnya peternak sapi di Indonesia mempunyai rata- rata 2 – 5 ekor sapi dengan lokasi yang tersebar tidak berkelompok. Sehingga penanganan limbahnya baik itu limbah padat, cair maupun gas seperti kotoran maupun sisa pakan dibuang ke lingkungan sehingga menyebabkan pencemaran. Pengolahan limbah secara sederhana hanya dengan pemanfaatannya sebagai pupuk alami. Diketahui sapi dengan bobot 450 kg menghasilkan limbah berupa kotoran lebih kurang 25 kg per hari. Dan apabila tidak dilakukan penanganan secara baik maka akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan udara, tanah dan air serta penyebaran penyakit menular. Sehingga sangat diperlukan usaha untuk mengurangi dampak buruk dari kegiatan peternakan sapi salah satunya dengan melakukan penanganan yang baik terhadap limbah yang dihasilkan melalui biogas. Hasil biogas dari rata 3 – 5 ekor sapi tersebut setara dengan 1-2 liter minyak tanah/hari. Dengan demikian keluarga peternak yang sebelumnya menggunakan minyak tanah untuk memasak bisa menghemat penggunaan minyak tanah 1-2 liter/hari. Pemanfaatan biogas di Indonesia sebagai energi pengganti sangat memungkinkan untuk diterapkan di masyarakat, apalagi sekarang ini harga bahan bakar minyak yang makin mahal dan kadang-kadang langka keberadaannya. Besarnya limbah biomassa padat di seluruh Indonesia seperti kayu dari kegiatan industri pengolahan hutan, pertanian dan perkebunan; limbah kotoran hewan, misalnya kotoran sapi, kerbau, kuda, dan babi juga dijumpai di seluruh provinsi Indonesia dengan kualitas yang berbeda-beda. Teknologi biogas adalah suatu teknologi yang dapat digunakan dimana saja selama tersedia limbah yang akan diolah dan cukup air. Di negara maju perkembangan teknologi biogas sejalan dengan perkembangan teknologi lainnya. Untuk kondisi di Indonesia, teknologi biogas dapat dibangun dengan kepemilikan kelompok dan dipelihara secara bersama. 
Disamping itu, usaha lain yang dapat bergerak dengan kegiatan ini adalah peternakan cacing untuk pakan ikan dan unggas, industri tahu atau tempe dapat menghasilkan ampas tahu yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan sapi dan limbah cairnya sebagai bahan input produksi biogas. Industri kecil pendukung juga dapat berkembang, seperti industri bata merah, industri kompor gas, industri lampu penerangan, pemanas air dan sebagainya. Sehingga pengembangan teknologi biogas secara langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dipedesaan.

Sumber:
http://kumplanm.blogspot.com/2012/01/contoh-karya-tulis-ilmiah-populer.html

Senin, 11 Juni 2012

RAHASIA BETON


Biji Nangka
Beton yang dimaksud adalah biji nangka. Begitulah orang-orang di Jawa Timur, Jawa tengah, dan sebagian Jawa Barat menyebutnya. Mungkin kita sering makan daging buang nagka yang manis. Akan tetapi, pernahkah kita makan juga bijinya?
Bermanfaat Semua
Pohon nangka yang nyaris mirip pohon kelapa. Semua bagiannya bermanfaat. Batang kayu pohon nangka bagus untuk bagunan, ukiran dan mebel. Buah nagka muda lezat disayur. Nangska matang, manisa rasanya dan mengandung vitamin A. Biji nangka juga tak kalah lezat. Bahkan, si beton ini mengandung gizi tinggi.
Kaya Gizi
Beton mengandung karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1 dan vitamin C. Kandungan gizi biji nangka ini bahkan lebih tinggi dari daging buahnya. Sudah banyaj penelitian dilakukan untuk mengolah beton. Ada yang mengolahnya menjadi tepung, tempe, juga obat batuk. Bahkan, beton dapat diolah menjadi pengemas makanan.
Edibel Film
Ada dua siswi SMA di Aceh yang pernah meneliti beton. Keduanya meneliti dan mengolah beton menjadi bahan pembungkus makanan. Bahan ini disebut edibel film biji beton. Pembungkus makanan dari beton ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat dimakan. Keduanya terpilih sebagai wakil Indonesia dalam Olimpiade Sciene Internasional (INESPO) di Amsterdam, Belanda, pada 3-7 Juni 2010. Penelitian mereka tentang beton ini berhasil meraih medali emas.

Sumber : Majalah Bobo edisi 10 Mei 2012

Manfat Kayu Manis


Sebagai antijamur, antibakteri, dan anti parasit. Selain itu, kayu manis juga efektif menyembuhkan infeksi jamur pada vagina dan mulut, bisul pada perut, dan kutu pada kepala. Berguna untuk yang sering mengonsumsi makanan gorengan, berlemak, dan makanan jadi. Kayu manis mengandung zat antiradang yang memerangi penyakit jantung. Membantu penderita diabetes tipe 2 mengendalikan kadar gula darah. Selain itu, juga neurunkan kolesterol jahat (LDL).
 
Sumber mangan, serta, zat besi dan kalsium. Menghirup bau kayu manis dapat meningkatkan daya ingat. Akan tetapi :
1.       Jangan mengonsumsi banyak-banyak kayu manis demi mendapatkan semua manfaat kesehatan. Sebab, kayu manis berisifat racun jika dikonsumsi terlalu banyak.
2.       Teruskan minum obat penurun kolesterol, sebab kayu manis belum trebukti efektif menurunkan kolesterol.
Tips: Untuk menikmati kayu manis, ketimbang menggunakan sendok kecil, gunakan satu batang kayu manis unutk mengaduk teh.

Sumber: Warta Kota